Rabu, 28 September 2011

Genetika Mendel (1)

Genetika Mendell

Gregor Mendel (1822-1884)
Orang pertama yang menemukan tentang pola pewarisan sifat
Gregor Johann Mendel
Biarawan dari Austria yang mempelajari tentang proses pewarisan sifat pada tanaman kacang, ercis dan mengembangkan hukum tentang pewarisan sifat. Namun hasil kerjanya tidak diakui dunia sampai abad ke 20.
Antara tahun 1856 – 1863 Mendel telah melakukan pengujian dan pembudidayaan lebih dari 28.000 tanaman kacang. Ia menemukan bahwa suatu tanaman mewariskan sifat-sifat keturunan yang berasal dari induknya. Dari hasil penelitiannya tentang genetika tanamana kacang ercis, Ia mendapat julukan sebagai ‘Bapak Genetika”.

Berikut ini merupakan Kebun tempat mendel melakukan eksperimen persilangan tanaman di Republik ceko.
Subtansi pembawa sifat
Mendel mengatakan bahwa ciri fisik diwariskan sebagai “partikel
Mendel tidak tahu bahwa sebenarnya ‘partikel” itu adalah kromosom & DNA
Istilah dalam Genetika
~ Sifat – Setiap karakter yang dapat diwariskan dari induk ke keturunannya
~ Hereditas – proses pewarisan sifat dari induk ke keturunannya
~ Genetika – Ilmu tentang pewarisan sifat

Bentuk-bentuk persilangan
~ Persilangan Monohibrid – persilangan dengan satu sifat beda Contoh: warna bunga
~ Persilangan dihibrid – Persilangan dengan dua sifat beda Contoh warna bunga dan tinggi tanaman

Diagram Punnet
Diagram punnet digunakan untuk Membantu memecahkan masalah-masalah genetika

Perancang ‘Gene’
~ Allela – dua bentuk gen (dominan dan resesif)
~ Dominan – Gen yang memiliki ekspresi lebih kuat jika berpasangan dengan gen lain; ditulis dengan huruf besar (R)
~ Resesif – Gen yang muncul lebih jarang dalam proses persilangan; ditulis dengan huruf kecil (r)

Genotip dan Fenotip pada bunga
~ Genotip suatu alel: R = bunga merah --> r = bunga putih
~ Semua gen terbentuk secara berpasangan. Jadi, 2 alel mempengaruhi satu sifat
~ Kombinasi yang mungkin adalah : Genotip RR --- Rr --- rr
~ Fenotip Merah ---- Merah ---- Kuning

Genotip
~ Genotip Homozygot – Kombinasi gen terdiri dari 2 gen dominan atau 2 gen resesif (RR atau rr); Disebut juga Galur murni
~ Genotip heterozygot – Kombinasi yang terdiri dari satu gen dominan dan alelnya gen resesif (Rr); Disebut juga hibrid

Gen dan lingkungan penentu sifat/karakter
Eksperimen Mendel pada kacang kapri
Reproduksi pada tanaman berbunga
~ Kepala sari mengandung sperma
~ Ovarium mengandung telur terdapat di bagian dalam bunga
sperma bergerak menuju sel telur dan terjadi fusi disebut fertilisasi
~ Fertilisasi sendiri - terjadi dalam satu bunga
~ Fertilisasi silang - Terjadi antar bunga yang berbeda.

Bagaimana memulai Genetika mendell
Mendel mendapatkan galur murni dengan cara membiarkan tanaman melakukan penyerbukan sendiri untuk beberapa generasi

8 sifat beda yang terdapat pada tanaman kapri
~ Bentuk biji --- Bulat (R) or Keriput (r)
~ Warna biji ---- Kuning (Y) or Hijau (y)
~ Bentuk polong--- licin (S) berkerut (s)
~ Warna polong--- Hijau (G) kuning (g)
~ Warna kulit biji---Abu-abu (G) putih (g)
~ Letak bunga--diketiak (A) di ujung (a)
~ Tinggi tanaman--- Tinggi (T) pendek (t)
~ Warna bunga--- ungu (P) putih (p)

Apakah ratio hasil pengamatan sesuai dengan ratio dari teori?
~ Secara teori rasio yang terbentuk adalah 3 : 1 = biji bulat : biji keriput
~ Ratio hasil pengamatan Mendel adalah 2.96:1
~ Ketidaksesuaian data di atas disebabkan kesalahan dalam statistik
~ Semakin besar sampel, akan semakin mendekati rasio secara teori

“jenjang” generasi
~ Generasi Parental P1 = merupakan generasi induk dalam proses persilangan
~ Generasi F1 = merupakan generasi keturunan dalam proses penyilangan. (Filial ke 1)
Berasal dari persilangan individu-individu Pi
~ Generasi F2 = merupakan keturunan ke dua dalam proses persilangan (filial ke 1)
berasal dari hasil persilangan individu-individu F1

Generasi Berikutnya

~ Persilangan dua galur murni ---- TT x tt
~ Hasil persilangan semua ----- Tt
~ persilangan 2 hibrid didapatkan
3 tinggi & 1 pendek ----TT, ----- Tt, ----- tt

Persilangan monohibrid
~ Persilangan monohibrid Pada Induk P1
Sifat: Bentuk biji
Alela: R – bulat r – kisut
persilangan: Biji bulat x biji keriput

RR x rr
Genotip: Rr
Fenotip: Bulat
Rasio genotip: Semua sama
Rasio Fenotip: Semua sama

Ulasan persilangan monohibrid pada induk P1
~ Homozigot dominan x homozigot resesif
~ Keturunan semua Heterozigot (hibrid)
~ Keturunannya disebut generasi F1
~ Rasio fenotip dan genotip SEMUA SAMA

Persilangan Monohibrid pada induk F1
Sifat: bentuk biji
Alela: R – bulat r – keriput
Persilangan : Biji Bulat x Biji keriput
Rr x Rr

Genotip: RR, Rr, rr
Fenotip: Bulat & Kriput
G.Ratio: 1:2:1
P.Ratio: 3:

Ulasan persilangan monohibrid pada induk F1
~ Heterozygot x heterozygot
~ keturunan: 25% Homozygot dominan RR 50% Heterozygot Rr 25% Homozygot Resesif rr
~ Keturunannya disebut Generasi F2
~ Rasio Genotip 1:2:1
~ Rasio Fenotip 3:

Seperti apakah bentuk biji kacang kapri?

Test Cross
Mendel menyilangkan induk galur murni dengan & hibrid dihasilkan generasi F2
Peristiwa ini dikenal sebagai F2 atau test cross
Ada dua kemungkinan proses test cross:
1. Homozygot dominan x Hibrid (dikenal dengan istilah back cross)
2. Homozygot resesif x Hibrid (dikenal dengan istilah test cross)

Persilangan Monohybrid pada induk F2
Sifat: Bentuk biji
Alela: R – bulat r – keriput
Persilangan: Biji bulat x Biji bulat
RR x Rr

Genotip: RR, Rr
Fenotip: Bulat
Rasio genotip: 1:1
Rasio Fenotip: Semua sama (Bulat)

Persilangan monohibrid pada induk F2
Sifat: bentuk biji
Allela: R – Bulat r – Keriput
Persilangan: Biji keriput x Biji bulat
rr x Rr

Genotip: Rr, rr
Fenotip: Bulat & Keriput
Rasio genotip: 1:1
Rasio fenotip: 1:1

Ulasan persilangan Monohibrid pada induk F2
~ Homozygot x heterozygot (hybrid)
~ Keturunan: 50% Homozygot RR atau rr 50% Heterozygot Rr
~ Rasio Fenotip adalah 1:1
~ Disebut Test Cross karena keturunannya memiliki genotip yang SAMA dengan genotip induk

Hukum Mendel

Hasil dari persilangan Monohibrid
~ Sifat menurun atau gen bertanggung jawab untuk semua sifat yang dapat diwariskan
~ Fenotip ditentukan berdasarkan genotipnya
~ Masing-masing sifat tersusun atas dua gen, satu berasal dari ibu dan yang lainnya dari ayah.
~ Persilangan antara individu-individu homozigot, semua keturunannya sama

1. Aturan Dominansi
~ Persilangan dua induk galur murni dengan sifat yang kontras, dihasilkan hanya satu bentuk sifat yang akan muncul.
~ Semua keturunan yang terbentuk adalah heterozigot yang mengekspresikan sifat gen dominan.
~ RR x rr semua hasilnya Rr (biji bulat)

Hukum Segregasi (Hukum I mendel)
~ Selama proses pembentukkan gamet (ovum dan sperma), dua buah alel yang bertanggung ..jawab terhadap suatu sifat, terpisah sehingga masing-masing gamet hanya mengandung satu ..alel yang mengendalikan suatu sifat.
~ Alel-alel dalam gamet kemudian “berekombinasi" melalui fertilisasi, dihasilkan komposisi alela baru yang merupakan genotip dari keturunan.

Penerapan hukum segregasi

Hukum Asortasi (Hukum II Mendell)
~ Alel-alel dengan sifat berbeda tersebar secara acak satu dengan yang lain, yang terjadi pada ...proses pembentukkan gamet.
~ Hukum ini dapat dapat dibuktikan dengan menggunakan dpersilangan dihibrid atau lebih.
~ persilangan dihibrid adalah persilangan yang digunakan untuk mengetahui pola pewarisan dari ...dua sifat beda
~ Disebut hukum assortasi atau ‘pengelompokkan gen-gen secara bebas nya’ mendel
a. Masing-masing pasangan alel berkelompok secara bebas selama proses pembentukkan gamet
b. Rumus: 2n (n = sifat heterozigot)

Berdasarkan hukum ke II mendel, cobalah tentukan berapa banyak gamet yang akan terbentuk dari genotip dibawah ini!
1.RrYy
2.AaBbCCDd
3.MmNnOoPPQQRrssTtQq

penyelesaian:
1. RrYy: 2n = 2 pangkat 2 = 4 gamet
RY Ry rY ry

2. AaBbCCDd: 2n = 2 pangkat 3 = 8 gamet
ABCD ABCd AbCD AbCd
aBCD aBCd abCD abCD

3. MmNnOoPPQQRrssTtQq: 2n = 2 pangkat 6 = 64 gamet

Persilangan dihibrid
Sifat: bentuk biji & warna biji
Alela: R bulat r keriput Y kuning y hijau



bulat/kuning: 9 -- bulat/hijau: 3 --keriput/kuning: 3 -- keriput/hijau: 1
9:3:3:1

Test Cross
Adalah proses persilangan antara individu yang tidak diketahui genotipnya dengan individu homozigot
Contoh: bbC__ x bbcc

BB = mata coklat
Bb = mata coklat
bb = mata biru

CC = rambut keriting
Cc = rambut keriting
cc = rambut lurus

Kemungkinan hasilnya adalah:


Kesimpulan dari hukum mendell


Dominan tidak penuh (semi dominan / intermediet)
Hibrid F1 memiliki penampilan diantara fenotip kedua induk.
Contoh: bunga mawar
merah (RR) x putih (rr)

RR = bunga merah
rr = bunga putih


Kodominan
Adalah karakter atau sifat yang terdapat pada kedua alel yang diekspresikan pada individu heterozigot
contoh: golongan darah
1. type A = IAIA or IAi
2. type B = IBIB or IBi
3. type AB = IAIB
4. type O = ii
Contoh: homozigot jantan Type B (IBIB) x heterozygot betina Type A (IAi)

Contoh: Tipe O (ii) jantan x Tipe AB (IAIB) betina
Pertanyaan: Seorang anak laki-laki bergolongan darah O dan kakaknya bergolongan darah AB, Bagaiamana fenotip dan genotip dari kedua orang tuanya?

Laki-laki - type O (ii) X Perempuan - type AB (IAIB)
Jawaban:

Sifat yang terpaut sex
~ Sifat-sifat yang terdapat dalam kromosom seks
~ Jenis kromosom seks adalah X dan Y
~ XX genotip untuk betina
~ XY genotip untuk jantan
~ Beberapa sifat yang terpaut seks dibawa oleh kromosom X
Contoh: Warna mata lalat buah


Soal Pautan seks
Contoh: warna mata lalat buah
(jantan mata merah) x (betina mata putih)
XRY x XrXr

Ingat: Kromosom Y adalah lalat jantan yang tidak membawa sifat
RR = mata merah
Rr = mata merah
rr = mata putih
XY = jantan
XX = betina


perempuan pembawa (carier)

Metabolisme (1)

A. Enzim
Reaksi metabolisme merupakan reaksi enzimatis yang melibatkan enzim. Sifat-sifatnya sbb:
  1. merupakan protein.
  2. biokatalisator (katalisator hidup yang mempercepat reaksi kimia tetapi tidak berubah setelah selesai reaksi.
  3. mempercepat reaksi kimia dengan jalan menurunkan energi aktivasi.
  4. tidak mengubah keseimbangan reaksi.
  5. bekerja sangat spesifik, yaitu satu substrat, satu enzim.
  6. memiliki sisi aktif atau sisi katalistik, yaitu bagian enzim tempat substrat berkombionasi.
  7. substrat “asing” berfungsi menghambat reaksi disebut inhibitor dan yang berfungsi mempercepat reaksi disebut aktivator.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim:
  1. konsentrasi substrat,
  2. konsentrasi enzim,
  3. temperatur,
  4. prubahan pH.
B. Respirasi Aerob dan Anaerob
Respirasi merupakan oksidasi senyawa organik secara terkendali untuk membebaskan energi bagi pemeliharaan dan perkembangan makhluk hidup.
1. Respirasi aerob, yaitu respirasi yang membutuhkan oksigen bebas.
2. Respirasi anaerob, yaitu respirasi yang tidak membutuhkan oksigen bebas.
Respirasi sel secara aerob berlangsung melalui empat tahap, yaitu:
1. Glikolisis
  • berlangsung di sitoplasma,
  • berlangsung secara anaerob,
  • mengubah satu molekul glukosa menjadi dua molekul asam piruvat,
  • dihasilkan energi sebesar 2 ATP dan 2 NADH untuk setiap molekul glukosa.
2. Dekarboksilasi Oksidatif Asam Piruvat
  • berlangsung pada matriks mitokondria,
  • mengubah asam piruvat menjadi Asetil Koenzim A,
  • dihasilkan 1 NADH dan CO2 untuk setiap pengubahan molekul asam piruvat menjadi Asetil Koenzim A.
3. Siklus Kreb’s
  • berlangsung pada matriks mitokondria,
  • mengubah Asetil Koenzim A menjadi CO2,
  • untuk tiap molekul senyawa Asetil Koenzim A dihasilkan 1 ATP, 1 FADH, dan 3 NADH.
4. Rantai Transpor Elektron
  • NADH dan FADH merupakan senyawa pereduksi yang menghasilkan ion hidrogen,
  • melalui rantai respirasi, hidrogen dari NADH dan FADH yang dihasilkan pada proses glikolisis. Dekarboksilasi oksidatif asam piruvat dan siklus kreb’s dilepaskan ke oksigen (sebagai senyawa penerima hidrogen terakhir), untuk membentuk H20 dengan melepaskan energi secara bertahap,
  • satu molekul NADH akan menghasilkan 3 ATP, sedangkan satu molekul FADH akan menghasilkan 2 ATP.
Pada respirasi anaerob jalur yang ditempuh meliputi:
  1. glikolisis
  2. pembentukkan alhokol (fermentasi alkohol) atau pembentukkan asam laktat (fermentasi asam laktat). Contoh organisme yang melakukan fermentasi alkohol adalah ragi. Reaksi fermentasi adalah:
  • C6H12O6 (glukosa) → 2 CH3-CH2-OH (etanol) + 2 CO2 + E
  • contoh organisme yang melakukan fermentasi asam susu adalah bakteri asam susu yang menyebabkan asamnya susu.
C. Fotosintesis
Fotosintesis adalah proses pembentukkan bahan organik dari bahan organik dengan bantuan cahaya dan kloroplas. Proses fotosintesis terjadi pada kloroplas dengan dua tahap reaksi, yaitu:
1. Reaksi Terang
  • terjadi pada tilakoid (grana) kloroplas,
  • terjadi proses fotolisis air sehingga dihasilkan oksigen. Jadi, oksigen dihasilkan dari H2O,
  • reaksi tergantung pada cahaya untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia berupa ATP dan NADPH.
2. Reaksi Gelap
  • terjadi pada stroma kloroplas,
  • reaksi yang dapat (bukan harus) berlangsung dalam gelap karena enzim-enzim untuk fiksasi CO2 pada stroma kloroplas tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan ATP dan NADPH yang dihasilkan dari reaksi terang,
  • menggunakan daur Calvin (daur reduksi karbon, daur C-3) yang terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
  1. karboksilasi adalah penambahan CO2 ke RuBp (Ribulosa Bi Pospat) membentuk dua molekul APG (Asam Pospo Gliserat) dengan bantuan enzim karboksilase,
  2. reduksi adalah perubahan gugus karboksil dalam APG menjadi gugus aldehid dalam PGAL (Pospo Gliserat Aldehid),
  3. regenerasi adalah pembentukkan kembali RuBp yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 yang berdifusi ke dalam daun melalui stomata.
D. Kemosintesis
Kemosintesis adalah asimilasi karbon yang energinya berasal dari reaksi-reaksi kimia dan tidak diperlukan klorofil. Umumnya dilakukan oleh mikroorganisme, misalnya bakteri. Organismenya disebut kemoautotrof. Bakteri kemoautotrof ini akan mengoksidasi senyawa-senyawa tertentu dan energi yang timbul digunakan untuk asimilasi karbon.
  • contoh bakteri nitrit: Nitrosomonas, Nitrosococcus
  • contoh bakteri nitrat: Nitrobacter
  • contoh bakteri belerang: Thiobacillus, Begiatoa
E. Percobaan Tentang Fotosintesa dan Respirasi
1. Ingenhouz
  • tujuan: membuktikan pada fotosintesis dilepaskan oksigen,
  • obyek: tanaman air Hydrilla verticillata,
  • hasil: tanaman air yang ditutup dengan corong terbalik dan ditempatkan di bawah sinar matahari maka timbullah gelembung-gelembung gas (oksigen).
2. Engelmann
  • tujuan: membuktikan pada fotosintesis mutlak diperlukan klorofil,
  • obyek: ganggang Spyrogira dan bakteri oksigen,
  • hasil: hanya kloroplas yang terkena sinar yang melepaskan oksigen, hal ini terbukti dengan berkerumunnya bakteri oksigen di sekitar tempat yang terkena sinar.
3. Sachs
  • tujuan: membuktikan bahwa pada fotosintesis dihasilkan amilum,
  • obyek: daun yang sebagian ditutup dan reagent Yodium,
  • hasil: daun yang menjadi obyek dimasukkan ke air panas kemudian ke alkohol dan kemudian ke reagent Yodium. Hasilnya adalah daun yang tidak ditutup berwarna hitam dan yang ditutup tidak berwarna.
4. Percobaan Respirasi pada Hewan
  • tujuan: mempelajari respirasi pada hewan, melihatfaktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada hewan saat bernafas.

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN (1)

Pertumbuhan dan Perkembangan
Perbedaan Pertumbuhan dan perkembangan
No
Pertumbuhan
Perkembangan
1
Bertambahnya ukuran seperti panjang, lebar, volume dan massa.
Suatu proses menuju kedewasaan (menuju suatu keadaan yang lebih tinggi, lebih teratur dan lebih kompleks)
2
Bersifat kuantitatif
Bersifat kualitatif
3
Irreversibel (tidak dapat kembali ke keadaan semula)
Reversibel (dapat kembali ke keadaan semula)
4
Dapat diukur dengan menggunakan alat: auksanometer
Tidak dapat diukur


Macam-macam pertumbuhan
pada tumbuhan
,
1. Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang
memanjang baik yang
terjadi pada ujung akar maupun
ujung batang. Pertumbuhan primer
dapat diukur secara
kuantitatif yaitu dengan menggunakan alat
auksanometer .


Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang
dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:

a.a.Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar.
Sel-sel di daerah
ini aktif membelah (bersifat meristematik)
b.b.Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan.
Sel-
sel di daerah inimemiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang.
c.c.Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi dan
struktur
khusus.

2.2.Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat
menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan
aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan
kambium gabus.
Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil.


Macam-macam Perkecambahan pada Biji

1.Perkecambahan hipogeal: apabila terjadi pembentangan
ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga tertarik
keatas tanah tetapi kotiledon tetap di dalam tanah.
Contoh: perkecambahan pada biji kacang tanah dan kacang kapri.


2.Perkecambahan epigeal: apabila terjadi pembentangan
ruas batang di bawah daun
lembaga atau hipokotil sehingga
mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke
atas tanah.
Contoh: perkecambahan pada biji buncis dan biji jarak.


Faktor-faktor yang mempengaruhi
Pertumbuhan pada tumbuhan

1.Faktor eksternal/lingkungan: faktor ini merupakan
faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses
pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa faktor
eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan
adalah sebagai berikut:


1.Air dan mineral
2.Kelembaban.
3.Suhu
4.Cahaya


2.Faktor internal: faktor yang melibatkan hormon dan
gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan.

Macam-macam hormon pada tumbuhan:
1.1.Auksin
2.2.Giberelin
3.3.Sitokinin
4.4.Gas Etilen
5.5.Asam Absisat
6.Kalin

Macam-macam hormon kalin adalah sebagai berikut.:
a.Rhizokalin: merangsang pembentukan akar
b.Kaulokalin: merangsang pembentukan batang
c.Anthokalin: merangsang pembentukan bunga
d.Filokalin: merangsang pembentukan daun



Pengaruh Cahaya pada pertumbuhan Tumbuhan:

Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi
yang nantinya
digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya
juga berperan dalam proses
pembentukan klorofil. Akan
tetapi cahaya dapat bersifat sebagai
penghambat
(
inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karenacahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang
tidak terkena cahaya.
Sehingga, proses perkecambahan yang
diletaan di tempat yang gelap akan
menyebabkan terjadinya
etiolasi


Pengaruh Nutrien pada pertumbuhan
Tumbuhan:


No
Unsur hara
FUNGSI
1
Belerang (S)
Merupakan komponen utama protein dan koenzim pada tumbuhan
2
Fosfor (P)
Merupakan komponen pembentuk asam nukleat, fosfolipid, ATP dan beberapa koenzim
3
Magnesium (Mg)
Merupakan komponen klorofil dan mengaktifkan banyak enzim pada tumbuhan
4
Kalsium (Ca)
Merupakan unsur penting dalam pembentukan dan stabilitas dinding sel, memelihara struktur dan permeabilitas membran, dan mengaktifkan banyak enzim pada tumbuhan
5
Kalium (K)
Merupakan kofaktor yang berfungsi dalam sintesis protein
6
Nitrogen (N)
Merupakan komponen asam nukleat, protein, hormon dan koenzim
7
Oksigen (O)
Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
8
Karbon (C)
Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
9
Hidrogen (H)
Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
10
Molibdenum (Mo)
Komponen esensial untuk fiksasi nitrogen
11
Nikel (Ni)
Kofaktor untuk enzim yang berfungsi dalam metabolisme nitrogen
12
Seng (Zn)
Merupakan unsur yang aktif dalam pembentukan klorofil, mengaktifkan beberapa enzim
13
Mangan (Mn)
Merupakan unsur yang aktif dalam pembentukan klorofil, mengaktifkan beberapa enzim
14
Besi (Fe)
Merupakan komponen sitokrom, mengaktifkan beberapa enzim
15
Klor (Cl)
Diperlukan untuk tahapan pemecahan air pada fotosintesis, diperlukan dalam menjaga keseimbangan air